Kemunculan kekuatan Bayang Uri (Season 1 Episode 14)
Episode 14
Perry:”Membeli peralatan untuk ultah sekolah”
Dengan cepat Perry langsung berlari ke setiap toko untuk
membeli peralatan ultah sekolahnya, setelah membeli berbagai macam peralatan
ultah, Perry pun langsung pulang ke rumah, sesampainya di rumah, Uri menyambut
gembira kedatangan Perry.
Uri:”Holeee.... kakak sudah pulang”
Perry:”Iya, dik, mulai senin nanti kamu akan mendapatkan
2 kejutan”
Uri:”Kejutannya apa, kak?”
Perry:”kepertama kamu akan mendapatkan kekuatan bayang,
kedua kamu sudah mulai sekolah hari Senin nanti, dan pastinya kamu akan
mendapat banyak teman baru”
Uri:”Teman? Teman itu apa, kak”
Perry:”Teman adalah seseorang yang hadir untuk kita
disaat susah maupun senang”
Uri:”Oh, begitu ya, kak”
Perry:”Iya, sudah ya, kakak mau mengerjakan pekerjaan
sekolah dulu, kamu jangan ganggu kakak, ya, Uri”
Uri:”Siap, kak”
Perry pun sibuk menyelesaikan pekerjaannya, bukannya
mudah mengerjakan pekerjaan yang ditawarkan guru, tapi Perry bukanlah tipe
orang yang mudah menyerah, dia terus berjuang tanpa menyerah, bahkan saat
perutnya keroncongan, Perry tetap melanjutkan tugasnya hingga selesai.
Perry:”Wah, tidak terasa aku mengerjakan ini sudah ahmpir
4 jam dan waktu sudah menunjukkan pukul 16.30, kalau begitu aku teruskan hingga
selesai dulu karena sebentar lagi selesai”
Perry pun melanjutkan kembali menyelesaikan pekerjaannya,
setelah selesai, Perry langsung makan siang, setelah makan siang, dia menjemur
hasil karyanya agar kering.
Perry:”Langkah selanjutnya adalah mengeringkan hasil
karyaku di bawah sinar matahari”
Perry pun menjemur hasil karyanya, Uri secara diam-diam
melihat pekerjaan kakaknya dan tanpa sengaja merusak hasil karyanya, Uri
ketakutan karena dia telah merusak hasil karya kakaknya.
Uri:”apa ya yang tadi dibuat kakak, kalau aku intip
sebental saja, kakak tidak akan malah kan?”
Uri pun langsung melihat asil karya kakaknya, tapi
sayangnya kaki Uri menginjak hasil karya kakaknya sehingga menjadi gepeng karen
diinjak.
Perry:”Aduh Uri! Kakak susah capek membuat karya ini,
kamu malah merusak hasil karyaku!”
Uri:”Maaf kak, nggak sengaja”
Perry:”Yodah, jangan diulangi lagi”
Uri masuk rumah dengan perasaan menyesal karena membuat
kakaknya marah, sementara itu Perry menyelesaikan karyanya, untung Uri
merusaknya tidak terlalu parah, jadi Perry bisa membenarkan hasil karyanya
dengan cepat.
Perry:”Nah sudah selesai, sekarang aku mau istirahat
dulu”
Malamnya Perry memamerkan hasih jerih payah Perry ke Uri
dan ibunya, ibunya sangat bangga pada Perry karena Perry mengertjakan pekerjaan
yang seharusnya dibuat oleh anak SMP, padahal Perry masih kelas 4 SD.
Perry:”Ibu, Uri, lihatlah hasil pekerjaanku”
Ibu:”Waw, bagus sekali, Perry, kamu memang berbakat, nak”
Uri:”Maaf ya, kak tadi Uli sudah membuat kakak malah”
Perry:”Iya, tidak apa-apa, kamu hanya merusak di bagian
bawah, bagian itu termasuk bagian yang mudah untuk di perbaiki”
Uri:”Tapi, ka, mau mudah atau susah, tetap saja Uli
melasa belsalah”
Perry:”sudah, jangan dipikirkan, kamu itu orang yang
paling jujur dan polos diantara orang yang kakak kenal sebelumnya”
Uri:”Polos itu apa, kak”
Perry:”Polos itu mengatakan segala sesuatu sesuai dengan
kejadian yang dialami alias jujur apa adanya”
Uri:”Oh, jadi Uli jujul dan polos ya”
Perry:”iya”
Perry dll. Pun asyik berbincang-bincang sampai lupa kalau
sudah larut malam, mereka pum memutuskan untuk tidur, besoknya Perry langsung
menghubungi tim MYPB untuk berkumpul di lapangan. Perry dkk. Berbincang-bincang
mengenai hasil karya miliknya.
Perry:”lihatlah hasil karya yang kubuat”
Yuri:”Wow, kamu memang benar-benar berbakat, Perry, ini
kau buat sendirian?”
Perry:”Iya, ini kubuat sendiri kemarin dari jam 12.30-16.30,
aku sampai menahan lapar karena takutnya kalau aku selesai makan, aku lupa
sampai dimana menyelesaikannya”
Brandon:”Coba ya kalau guru ada disini untuk melihat
hasil karyamu, beliau pasti terkejut karena melihat kasil karyamu”
Michelle:”Oh iya, Perry, kau hitung dulu modalnya berapa,
katanya sih nanti hasil jrih payahmu ditambah modal kau membeli bahan akan diganti
oleh uang kas kelas”
Perry:”Ah, tidak usah diganti, aku juga membeli bahan
tidak terlalu mahal”
Michelle:”Yang mahal bukanlah bahannya, tetapi hasil
jerih payahmu”
Perry:”Hmm..., ok akan kuhitung modalnya, bahannya
sekitar 40K, hasil jerih payahku 100K saja deh”
Michelle:”Jangan terlalu murahlah, kau kan sudah bekerja
keras”
Yuri:”Iya, lagian jumlah tabungan kelas kan sangat
banyak, jadi 140K itu tidak ada apa-apanya dibandingkan jumlah pengorbananmu
kemarin”
Perry:”Benar juga sih, aku sekali bayar uang kas saja
berapa, tidak sebanding dengan jumlah kekayaan kas kelas”
Yuri:”Aku punya usul, bagaimana kalau semuanya itu
totaknya 1,5M?”
Perry:”1,5M? Apakah kamu yakin tidak terlalu mahal
segitu?”
Yuri:”Begini, harga bahan-bahan kan 40K, bulatkan menjadi
50K, hasil jerih payahmu termasuk ketelitian dan konsentrasi harganya 1M,
sisanya ongkir ke sekolah”
Perry:”Aku sih setuju-setuju saja, tapi yang menjadi
masalah adalah apakah teman-teman yang lain percaya omongan kau itu?”
Yuri:”Percayalah, ingat tidak guru Agama ngomong apa?”
Perry:”Ingat sih”
Yuri:”Apa yang beliau ajarkan?”
Perry:”Yyang mahal bukanlah kebutuhan jasmani, tapi
kebutuhan rohanilah yang mahal”
Yuri:”Apa kau mengerti apa maksud guru Agama?”
Perry:”Iya, yang dimaksud kebutuhan jasmani itu ya bahan,
yang termasuk kebutuhan rohani ya roh, fokus, teliti, dll.”
Yuri:”Nah itu tahu kamu, jadi kalau kamu mengerjakan
sesuatu, janganlah berputus asa”
Perry:”Baiklah, aku akan pertimbangkan kembali harga
kerajinan ynag aku buat”
Merekapun asyik berbincang-bincang sampai tak terasa
sudah terdengar azan magrib, tim MYPB pun langsung bubar ke rumah
masing-masing.
BERSAMBUNG.................................
Komentar
Posting Komentar