Aksi Perry Menghentikan Perampokan Bank (Season 1 Episode 13)
Episode 13
Sesampainya di rumah, Perry memberitahu ibunya bahwa
Perry berhasil mendaftarkan Uri masuk TK.
Perry:”Ibu, mulai nanti Senin nanti Uri akan di tes
cocoknya masuk TK kelas A atau B”
Ibu:”Kok aneh ya, waktu ibu mendaftarkan kamu masuk TK
dulu, ibu tidak suruh kamu tes, melainkan masuk TK A”
Perry:”Mungkin peraturannya sudah beda, dulu dan
sekarang”
Ibu:”Ya sudah kalau itu maumu”
Perry:”Oh iya, bu mumpung ingat, jika nanti bapak itu
minta akte lahir Uri, bagaimana kita menjawabnya, bu? Kan Uri baru berumur 5
hari”
Ibu:”Tidak mungkin bapaak itu minta akte lahir, itu kan
urusan pribadi”
Perry:”Yang benar, bu?”
Ibu:”Iya, ibu sangat yakin, seyakin-yakinnya”
Perry:”OK, kalau begitu, Perry mau membeli alat-alat
untuk Senin ya, bu?”
Ibu:”Iya”
Lalu Perry pergi ke tokko membeli peralatan untuk hari
ultah sekolahnya, sesampainya di tengah jalan, dia mendengar ada perampokan
bank, sontak Perry kaget dan langsung berjalan ke TKP, sesampainya di TKP,
Perry langsung nyumput karena para perampok sedang beraksi, Perry tidak tahu
kalau dirinya sedang di intip seseorang yang tidak lain adalah teman dari
perampok tersebut.
Perry:”Ada apa ya dengan bank tersebut? Akan ku coba
perhatikan lebih teliti”
Mata-mata:”Itu anak sedang apa ya disini, memerhatikan
bank? Apa aku tangkap saja ya anak itu, kan bos pernah berpesan kepadaku jika
aku menemukan seseorang yang melakukan gerak-gerik yang aneh, tangkap saja dan
bawa ke mobil kurungan, aku tangkap saja, deh”
Dengan hati-hati mata-mata itu bergerak mendekati Perry
sambil mengambil sapu tangan yang telah di bius aroma menyengat, sontak saja
Perry langsung lemas ketika mencium arona menyengat tersebut, mata-mata
tersebut senang karena dia telah mendapatkan mangsa, dia tidak tahu anak yang
dia culik tersebut bernama Perry, si pahlawan Jakarta berkekuatan super.
Mata-mata:”Kalau aku telah menculik anak ini dan
membawanya ke bos, bos pasti senang karena aku telah selesai menyelesaikan
tugasku”
Lalu mata-mata tersebut menggendong badan Perry ke dalam
bank tersebut dan memberitahu bosnya tentang anak yang dia culik tersebut.
Mata-mata:”Bos, aku telah menangkap satu orang yang
melakukan gerak-gerik aneh”
Bos:”Siapa?”
Mata-mata:”Anak ini melakukan gerak-gerik aneh, bos”
Bos:”Mana orangnya?”
Mata-mata:”Ini, bos”
Sang bos kemudian melihat anak yang dia culik, betapa
terkejutnya bos ketika mengingat siapa anak ini, bos tahu bahwa anak yang dia
culik bernama Perry, si manusia berkekuatan super.
Bos:”apakah kau tahu, siapa anak yang kamu culik ini?”
Mata-mata:”tidak tahu, bos, aku kan hanya menjalankan
tugas, bos”
Bos:”Berarti kamu tidak menonton TV, anak ini bernama
Perry, si manusia super yang berhasil mengalahkan makhluk asing kemarin”
Mata-mata:”Apaaaaaa? Aku menangkap manusia super? Yang
benar?”
Bos:”Memang kenyataannya begitu kan”
Mata-mata:”Bos, sekarang kita apakan Perry?”
Bos:”Penjarakan saja dia di mobil, bos yang atur nanti,
mau apakan dia”
Mata-mata:”Siap, bos”
Dengan sigap mata-mata tersebut menggendong Perry dan
memenjarakannya di mobil, tapi sebenarnya mata-mata itu tidak tahu Perry itu
pura-pura pingsan, dia waktu di sumpel mulut dan hidungnya, dia menahan nafas
karena sudah tahu dibelakangnya sudah ada penjahat, Perry sekarang hanya dapat
menahan pergerakannya supaya tidak ketahuan kalau Perry pura-pura pingsan.
Mata-mata:”Yang lama ya pingsannya, anak kecil supaya
kami bisa meminta uang tebusan ibumu”
Perry:”(dalam hati) pingsan? Aku itu tidak pingsan sory
saja ya, aku juga mendengar semua perkataan kalian, dan sebentar lagi aku akan
bangun dan akan menghabisi kalian”
10 menit kemudia Perry bangun dan pura-pura kaget karena
dia ada di dalam mobil, mata-mata itu telah pergi menemani bosnya. Perry
menggunakan kekuatan tanah untuk menghancurkan pintu mobil. Perry diam-diam
mengikuti mata-mata dari belakang, akirnya Perry sampai di markas bos si
mata-mata.
Perry:”(berbisik) Ternyata ini markasnya”
Mata-mata:”Terus kita buat apa, bos?”
Bos:”Kita tunggu rekan-rekan mu, apakah mereka telah
selesai merampok bank atau belum”
Mata-mata:”Ok”
Dengan sigap Perry langsung mengeluarkan kekuatan
listriknya, mata-mata dan bos terkejut karena dia merasakan di daerahnya ada
listrik yang sangat kuat sekali, begitu mereka membalikkan badannya, Perry
langsung menyetrum mereka dengan sangat cepat samapi akhirnya mereka terkapar
lemas tak berdaya.
Mata-mata:”Bos, aku seperti merasakan aura kelistrikan di
sini”
Bos:”Iya aku juga, kau sudah penjarakan Perry kan? Apa
dia masih tidur, coba kamu cek!”
Perry:”Hiattttt.............. rasakan kekuatan listrikku
dasar penjahat”
Mata-mata dan bos:”Aaaaaaarrrrrggggghhhhhhh................”
Perry membawa mereka ke penjara mobil dan mengangkat
mobil tersebut dengan kekuatan tanahnya (karena Perry tidak bisa mengendarai
mobil) dan membawa ke bank, sesampainya di bank Perry memanggil para perampok untuk
menyerah karena dia telah mendapatkan bosnya.
Perry:”Menyerahlah, wahai kalian para perampok”
Permpok:”Menyerah? Untuk apa kami menyerah?”
Perry:”Lihat apa yang kubawa”
Perampok:”Boss?”
Perry:”aku berikan 2 pilihan: kalian menyerah dan pergi
dari bank atau kalian akan melihat boss kalian aku penggal kepalanya”
Perampok:”Penggal kepalanya? Apa kau sudah gila? Aku akan
melaporkanmu ke polisi jika kau berani memenggal kepalanya”
Perry:”Silahkan telepon polisi, toh kamu juga yang akan
ditangkap oleh polisi”
Perampok:”(dalam hati) benar juga sih, aduh, masa aku
harus ambil pilihan kepertama, bos sih suruh aku selesaikan tugasnya, tapi
kalau aku ambil pilihan kedua, tugasku selesai, tapi aku tidak bisa melihat bos
lagi, aduh gimana nih?”
Perry:”Aku beri kau waktu 5 detik untuk mengambil
pilihan”
Perampok:”(dalam hati) apa? 5 detik? Sebentar sekali, aku
bingung pilih pilihan 1 atau 2”
Perry:”5”
Perry:”4”
Perampok:”(dalam hati) Aduh ambil pilihan ke 1 atau 2 nih
bingung”
Perry:”3”
Perry:”2”
Perry:”1”
Perry:”Waktu habis, kalau kau tidak bisa memilih, aku
ambil pilihan ke dua plus ke satu”
Lalu dengan secepat kilat Perry menyelesaikan waktunya,
dan dalam waktu 10 menit Perry telah memyelesaikan tugasnya, tapi bos tidak
dibunuh oleh Perry, tetapi ikut anak buahnya ke penjara.
Perry:”Akhirnya selesai juga tugasku, oh iya aku kan
harus......”
BERSAMBUNG..................
Komentar
Posting Komentar