Kelahiran Adik Perry (Season 1 episode 10)



Episode 10

Perry melanjutkan untuk tidur, tengah malam kira kira pukul 01:30 Perry terbangun karena mendengar berita ibunya melahirkan bayi perempuan, berat badannya sekitar 3,2 Kg dan tinggi badannya 52 cm, Perry langsung lari ke RS untuk memeluk adik barunya, ibunya menanyakan nama yang telah dipikirkan Perry.
 Ibu:”Perry, apa kau telah memikirkan nama untuk adikmu ini?”
Perry:”Sudah, bu namanya Uri”
Ibu:”Apa tidak ada nama yang lebih bagus?”
Perry:”Tidak ada, bu”
Ibu:”Ya sudah, kalau begitu nama barunya Uri”
Perry:”Yey, akhirnya aku telah mendapatkan adik baru, berarti kekuatan bayang akan aku berikan kepada adikku”

Lalu Perry langsung ke Hutan Berkah untuk mempercepat pertumbuhan adiknya, setelah sekian lama, akhirnya Perry sampai di tempat kakek tersebut bertapa.

Perry:”Kakek, aku boleh minta tolong tidak?”
Kakek:”Silakan, ada perlu apa?”
Perry:”Aku ingin adikku tumbuh sangat cepat dalam waktu singkat”
Kakek:”Baiklah, dalam waktu 1 minggu, adikmu akan masuk TK, tapi setiap 15 menit, kamu harus berikan dia susu, karena 15 menit di dunia nyata sama dengan 12 jam di dunia dia”
Perry:”Baik, kek”

Kakek tersebut mempersingkat hidup adik Perry hingga 50X lipat, Perry berterimakasih kepada kakek, sebelum Perry pamit untuk membeli susu, Perry menitipkan adiknya kepada kakek, 10 menit kemudian Perry telah membeli susu, ajaibnya umur Uri telah mencapai 12 jam, padahal adik Perry baru saja 10 menit yang lalu lahir.

Perry:”Ini susunya, kek”
Kakek:”Baik, jagalah adikmu ini, rejeki dari Tuhan”
Perry:”siap, kek”

Lalu Perry membawa pulang adiknya ke rumah baru dia, sesampainya di rumah Perry menyeduh susu, lalu memberikan ke adiknya, begitu terus sampai 2 hari, hari Senin, umur adik Perry sudah bulat sampai 8 bulan, ibunya heran, knapa Uri bisa tumbuh secepat itu, padahal baru 2 hari Uri lahir, Perry menceritakan apa yang terjadi pada adiknya.

Ibu:”Jadi begitu, kenapa kamu mempersingkat umur adikmu?”
Perry:”Karena Perry ingin mendapat teman  sehidup semati dan serumah untuk menemani Perry belajar”
Ibu:”Kan sudah ada teman-temanmu?”
Perry:”Oh, tapi kan teman-teman Perry tidak serumah dengan Perry”
Ibu:”Kalau begitu maumu, terserah, ibu setuju saja, tapi jangan heran kalau Uri nanti  tidak bisa berjalan atau bicara karena dia sekarang sudah harus mulai belajar berbicara dan berjalan”
Perry:”Kalau urusan itu sih mudah, bu hanya saja masalahnya Uri Tknya dimana?”
Ibu:”Tknya dekat SD kamu lah, dimana lagi?”
Perry:”Baik, bu, oh ya bu!mumpung ingat, 5 hari lagi Uri harus Perry bawa ke kakek untuk memperlambat pertumbuhan Uri ssampai waktunya sama seperti kita, bu”
Ibu:Sekalian ibu ikut, karena ibu penasaran seperti apa muka kakek yang sering kau sebut itu”
Perry:”Jangan ikut, bu, nanti yang ada kakek tidak mau memunjukkan diri ke kita”
Ibu:”Ibu akan menjauh darimu dan ibu akan bersembunyi di semak-semak, nanti pas kakek itu muncul langsung ibu potret supaya ibu tidak cepat lupa, begitu”
Perry:”Tapi ....”
Ibu:”Sudah, biar ibu saja yang atur, sekarang kamu urus adikmu itu, ibu tidak mau urus”
Perry:”ibu tidak sayang Uri?”
Ibu:”Bukannya ibu tidak mau urus, tapi ibu punya alasan kenapa ibu tidak mau urus Uri”
Perry:”Apa alasannya, bu”
Ibu:”ya, alaasannya karena Uri kan tumbuh sangat cepat sekali, jika ibu mengajarinya sama seperti waktu kamu kecil, yang ada Uri tidak terkejar dan tertinggal sama orang lain”
Perry:”Hanya itu alasannya?”
Ibu:”Iya”

Akhirnya Perry mengajari Uri cara berjalan, berbicara, dll. Dengan kekuatan listriknya, akhirnya dalam waktu 3 menit Uri sudah mampu merangkak, dan dalam waktu 4 menit Uri sudah mulai dapat berjalan, dan dalam waktu 10 menit Uri sudah dapat berlari.
  
Perry:”Akhirnya kau sudah mampu berlari setelah 15 menit aku mengajar kamu”
Ibu:” Perry, kamu tidak sekolah?”
Perry:”Tidak, hari Senin-Kamis Perry libur, masuk lagi hari Jumat untuk membahas ultah sekolah, bu, tapi jangan bilang siapa-siapa ya, bu, yang libur sampai Kamis hanya Perry, karena para guru tahu kaki Perry masih dalam tahap penyembuhan, bu”
Ibu:”Berarti selama seminggu kmu tidak belajar?”
Perry:”Iya, bu”
Ibu:”Oh, kenapa kamu tidak bilang ibu kemarin?”
Perry:”Aku lupa, bu, oh ya, Perry mau mengajari Uri berbicara dulu ya”
Ibu:”Iya”

Perry pun mengajari Uri bicara, dan akhirnya setelah 1 jam Uri berhasil bicara meskipun masih cadel (maklumi saja karena Uri masih belajar) bahkan dia bisa menyebutkan huruf dari A-Z tanpa sedikitpun huruf yang terlewat.

Perry:”Coba bicara kata apapun, Uri”
Uri:”Saya anak yang lajin”
Perry:”Rajin bukan lajin”
Uri:”Lajin”
Ibu:”Perry! jangan memaksa Uri menyebut kata ‘R’ kan Uri masih cadel”
Perry:”Baik, bu”
Uri:”Kak Pelly, Uli haus”
Perry:”Hadeh, nama kakak Perry bukan Pelly”
Uri:”Maaf kak”
Perry:”Untung saja kau masih belajar”

Perry mengambilkan susu untuk Uri, karena Perry baru memiliki adik Perry tidak tahu dosis susu untuk anak usia 1 tahun 10 bulan bulan (karena Selama Uri belajar umur Uri telah bertambah 1 tahun) dan para pemirsa pasti penasaran kenapa Uri tidak meminum susu selama 1 tahun, karena tanpa sepengetahuan Perry, kakek telah memberi susu kepada adiknya Perry selama Uri belajar ini dan itu.

Perry:”Aduh berapa dosis anak umur 2 tahun? Ibu!”
Ibu:”Apa, Perry”
Perry:”Berapa sih dosis susu untuk anak 2 tahun, bu?”

                                                                                                BERSAMBUNG................................

Komentar