Sebutan Baru Untuk Tim Perry (Season 1 episode 9)
Episode 9
Perry:”Kenapa badanku tidak bisa digerakkan”
Perry melihat ada sekelebat bayangan hitam dan tepat di depan mukanya terlihat sosok manusia yang tidak lain bernama Katarina, Perry berusaha untuk melepaskan diri dari genggaman kuat tersebut namun gagal, ikatan itu justru semakin kuat dan kuat dan akhirnya Perry jatuh lemas, Perry dalam setengah sadar melihat Katarina membuka mulutnya dan hendak memakannya hidup-hidup, Perry akhirnya berteriak dan terbangun dari mimpi.
Perry:”Ahh, ternyata hanya mimpi hahahahaha, tapi kenapa dendam Katarina sampai ke dalam mimpiku?”
Perry menatap jam tangannya, terlihat di jam tangannya menunjukkan pukul 07:45, Perry memutuskan untuk berlari pulang ke Indonesia dan siap untuk melawan Katarina. Setibanya di Indonesia pukul 11:00 Perry langsung memanggil teman-temannya dan menanyakan apa yang terjadi saat dia ke Arab.
Perry:”Selama aku melatih elemen tanahku, apa yang terjadi disini?”
Yuri:”Katarina memberi peringatan kepada kita semua bahwa besok dia ingin kita membawakan sesuatu kepada dia tepat pukul 11:30, jika tidak ada yang datang, kita akan tamat”
Brandon:”Besok adalah hari terakhir kita, btw kau kok bisa sanggup ke Arab? Jalan kaki lagi ke Arab”
Perry:”Yaelah, Brandon kamu itu ngomong sok kekinian banget sih, btw lah, otw lah, tenang teman-teman, aku sudah mempersiapkan skill untuk melawan Katarina besok, tapi kita harus berkumpul dan mempersatukan semua kemampuan kita untuk melawan dia”
Michelle:”Skill? Skill apa?”
Perry:”Ya, tentu saja skill elemen tanahlah, apa lagi? Hanya elemen tanah yang bisa membantu kita untuk melawan Katarina, dia kan jagonya nyumput di bawah tanah”
Michelle:”Ohh”
Perry:”Aku punya rencana untuk mengalahkan Katarina, pertama kita tunggu dia sampai jam setengah 12, kalian di belakangku dan aku mengeluarkan kekuatan tanah, saat dia tepat didepan aku, dia kan akan bertanya apakah semua sudah lengkap, kita semua harus kompak jawab ‘belum’, kan dia marah tuh, aku langsung memblokir tanah agar dia tidak dapat masuk ke tanah, karena kekuatan dia adalah bayang yang warnanya gelap, kita kasih benda yang terang seperti senter, sorot ke badan dia, pasti kekuatannya hilang, saat itu kita serang dia, dia pasti kalah, bagaimana? Bagus tidak ideku? Kalian setuju tidak atau ada ide lain?”
Michelle:”Ya, itu ide bagus, aku setuju”
Brandon:”Siapa yang bawa senter?”
Yuri:”Aku, karena di rumahku banyak senter yang tak terpakai”
Perry:”Ok, karena semua sudah setuju, kita latihan dulu yok”
Semua:”Yok”
Mereka semua latihan hingga tak terasa sudah pukul 15:00 yang menandakan sudah sore, mereka semua membubarkan diri. Keesokan harinya di tempat yang telah ditentukan mereka semua berkumpul beserta penduduk Jakarta untuk memberikan barang yang sangat mereka sayangi kepada Katarina, tepat pukul 11:30 Katarina muncul.
Katarina:”Apakah semua barang sudah terkumpul?”
Semua:”Belum”
Katarina:”Apa, kurang ajar, kalian berani menguji kesabaranku? Baiklah rasakan ini!”
Katarina memulai mengeluarkan kekuatan bayangnya, Perry dengan sigap memblokir tanah Katarina terkejut karena dia tidak dapat masuk ke dalam tanah, Yuri menyorot senter ke Katarina, Katarina menjerit kesakitan, Michelle meninju Katarina dengan kekuatan gravitasinya hingga terpental jauh. Katarina memohon ampun, tapi Brandon dengan cepat melempar batu ke arah Katarina sebanyak mungkin dan mengubahnya menjadi baja, Katarina merintih kesakitan dan akhirnya pingsan. Perry mengambil seluruh kekuatan Katarina dan memasukkan seluruh kekuatan bayang ke dalam toples agar adiknya mendapatkan kekuatan bayang.
Brandon:”Akhirnya kalah juga kau, Katarina”
Warga:”Hidup Perry, Hidup Yuri, Hidup Brandon, Hidup Michelle”
Wartawan:”Beginilah aksi ke empat sahabat yang berhasil mengalahkan sesosok makhluk asing dengan gigihnya, mereka yang telah berjuang menyusn rencana untuk mengalahkan Katarina, berhak untuk memperoleh hadiah, kira-kira apakah hadiah yang akan diberikan oleh presiden kepada mereka? Mari kita saksikan”
Presiden:”Selamat, kalian telah mengalahkan makhluk asing yang telah merusuh di kota Jakarta selama berhari-hari”
Perry:”Itu sih sudah menjadi kewajiban kami untuk menjaga bumi dan isinya dari makhluk asing berhati busuk”
Presiden:”Baiklah, bapak akan memberikan 5 hadiah kepada kalian, hadiah pertama beasiswa senilai 100 juta rupiah, hadiah kedua uang tunai senilai 1 milyar rupiah, ketiga rumah baru, rumah itu ada dekat kantor polisi jadi kalian hanya perlu berjalan beberapa rumah untuk berkumpul, keempat walkie talkie untuk bercakap-cakap, dan yang ke terakhir, bapak akan memberikan singkatan nama kepada kalian berempat yaitu: MYPB, M untuk Michelle, Y untuk Yuri, P untuk Perry, B untuk Brandon agar semua warga dapat memanggil kalian dengan mudah”
Perry:’Wah terimakasih banyak, pak, saya tidak tahu harus berkata apa selain terimakasih”
Presiden:”Tidak perlu berterimakasih, malah hadiah tersebut tidak sesuai dengan jerih payah kalian untuk mengalahkan Katarina”
Perry:”Kalau begitu saya pamit dulu ya, pak”
Presiden:”Jangan dulu, kau belum menerima hadiahnya”
Hadiah pertama pun diberikan kepada MYPB, masing-masing mendapat satu beasiswa, dilanjutkan hadiah kedua, setelah hadiah ke 5 mereka pamit.
Perry:”Wah tidak sangka kita akan bertemu dengan presiden”
Yuri:”Iya, padahal kita tidak sulit mengalahkan dia”
Michelle:”Semua ini karena kakek itu, kalau bukan karena kakek, kita pasti akan kesulitan untuk mengalahkan Katarina”
Perry:”Kau benar”
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing an memberika hadiahnya kepada orang tua mereka, kemudian mereka mencoba membuka walkie talkie mereka.
*Di walkie talkie
Perry:”Teman-teman, bagaimana jika kita besok pindah ke rumah ynag diberikan presiden?”
Brandon:”Aku sih setuju banget”
Yuri:”setuju”
Prry:”Ok, malam ini kita pindah rumah ya?”
Semua:”Siap”
Mereka pun mengemasi barang-barang yang akan dipindahkan seperti lemari, kulkas, TV, kompor dll. Ke rumah baru mereka. Malamnya mereka pun tiba di rumah baru mereka dan beres-beres rumah seperti orang baru pindahan.
Perry:”Akhirnya sampai juga ke rumah baru, waw besar banget rumah baru ini, ini rumah sampai berapa lantai nih?”
Michelle:”Entah, sebentar aku hitung dulu”
Yuri:”Bukannya presiden tadi bilang kalau ini rumah punya 4 lantai?”
Perry:”Oh iya ada 4 lantai”
Setelah selesai beres-beres rumah, mereka memutuskan untuk ke rumah Brandon karena Brandon mengajak MYPB untuk makan bareng di rumahnya beserta ortu masing-masing. Selesai makan bareng mereka pun pulang ke rumah masing-masing dan tidur.
BERSAMBUNG..............................
Komentar
Posting Komentar